Program Studi Pasca Sarjana S2

Selasa 17 Mei 2016, Program Studi Pasca Sarjana S2 Terapan Kebidanan STIKes Dharma Husada Bandung mengadakan kuliah umum dan pembekalan kepada mahasiswa baru yang dilaksanakan di gedung pascasarjana S2 kebidanan STIKes Dharma Husada Bandung.
Kegiatan ini merupakan sarana edukasi kepada mahasiswa dan memberikan gambaran serta motivasi kepada mahasiswa tentang tujuan diselenggarakannya program studi pasca sarjana kebidanan serta sharing wawasan mengenai peran lulusan S2 kebidanan di lingkungan akademis dan masyarakat.
Ketua STIKes Dharma Husada Bandung Dr. Hj. Suryani Soepardan.dra.,MM turut hadir dalam kegiatan ini. Beliau berharap agar mahasiswa mempersiapkan diri sebelum memasuki hari pertama perkuliahan terutama semangat untuk menimba ilmu dan juga memantapkan tujuan atau niat dalam menempuh pendidikan S 2 Kebidanan di STIKes Dharma Husada bandung.
“Saya menginginkan agar mahasiswa mempunyai tujuan yang serius sejak awal pekuliahan dan siap menghadapi setiap tantangan mengingat tidak banyak lulusan kebidanan yang mempunyai kesempatan untuk melanjutkan ke jenjang S2. Semoga kedepan makin banyak lagi lulusan kebidanan yang mempunyai semangat untuk terus belajar dan melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi dengan diawali oleh mahasiswa pascasarjana S2 Kebidanan angkatan pertama STIKes Dharma Husada Bandung,” ujar Beliau.
Kegiatan kuliah umum ini diisi oleh empat pemateri yang sengaja dihadirkan khusus untuk menyambut mahasiswa S2 terapan kebidanan angkatan pertama ini. Pada sesi pertama diisi oleh Dr. Ir. H. M. Budi Djatmiko, M.Si, MEI yang merupakan Ketua APTISI Pusat sekaligus Ketua Yayasan di STIKes Dharma Husada Bandung. Kemudian pemateri selanjutnya yaitu Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso, M.Sc, mantan dirjen dikti periode 2009-2014 dan juga mantan rektor universitas Indonesia serta mantan rektor ITB.
Pada sesi kedua yang dilanjutkan setelah dzuhur diisi oleh Koordinator KOPERTIS Wilayah IV yaitu Prof. Dr. Ir. H. Abdul Hakim Halim, M.Sc. dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dr. Hj. Alma Lucyati, M.Kes, M.Si, MH.Kes. kemudian pada sesi terakhir kuliah umum ini di tutup oleh training motivasi tim ESQ 165.
Kegiatan ini seakan menjadi bukti bahwa eksistensi keberadaan Magister Terapan Kebidanan sekaligus menepis anggapan tidak memiliki ijin atau belum ada regulasinya, secara gambling dan jelas Koordinator Kopertis dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat menjelas peran dan fungsi serta posisi Magister Terapan Kebidanan di Masyarakat dan dunia pendidikan.

Tinggalkan Balasan